Menangkal sihir inflasi dengan mantra 72

HANTU INFLASI

Anda mungkin sudah pernah dengar tentang hantu kecil yang oleh masyarakat di jawa dikenal sebagai tuyul. Tuyul adalah hantu berbentuk anak kecil yang tugasnya adalah mengambil uang dari orang lain dan diberikan kepada “tuannya”.  Konon proses pengambilan uang dilakuan degan cara yang misterius, di mana si pemilik tidak menyadarinya.

Tetapi ada beberapa orang yang cermat,sehingga kehilangan satu lembar uangnya pun dia akan mencarinya. Ketika dia kehilangan uangnya, segera diingat ingat kapan dia membelanjakannya. Ketika dia tidak menemukannya maka dia akan bilang,”wah diambil tuyul nih”.  Dan sering kali juga terjadi, esok hari dia teringat, ternyata uang itu berpindah tangan akibat dibelanjakan di warung sebelah.

Di dunia keuangan ada tuyul yang lebih nyata. Cara mengambil uang yang dilakukannya lebih misterius dibanding  yang dilakukan oleh tuyul yang asli..  Inilah tuyul yang sangat sakti, kekuatan sihirnya mampu membuat korbannya terlena. Walaupun nilai uangnya telah hilang dengan drastis, dia tidak menyadarinya. Karena “kekuatan sihir” yang sangat dahsyat  telah dengan masif menutupinya. Tuyul yang lebih sakti ini dikebnal sebagai inflasi.

Untuk mengatasi tuyul yang asli, masyarakat menangkalnya dengan meletakkan bawang putih di kotak uangnya. Ada juga yang membawa azimat atau do’a do’a khusus yang didapat dari “orang tua” yang dianggapnya paham dengan masalah ini. Tetapi tuyul inflasi tidak bisa diatasi dengan cara cara konvensional. Bahkan pengawalan oleh satu regu polisi pun tidak mampu menangkalnya.

INFLASI DIANGGAP WAJAR TERJADI

Inflasi dianggap sebagai “hukum alam” yang tidak bisa diperdebatkan lagi. Berkurangnya nilai kekayaan anda yang berwujud uang dianggap hal biasa. Yang mempermasalahkannya justru dianggap bodoh. “ Ya iyalah… itu kan 20 tahun yang lalu. Mana bisa sekarang didapat dengan duit segitu..”, begitu komentar orang jika ada yang mempertanyakan mengapa harga sekarang lebih mahal.

CARA MENANGKAL INFLASI

Hanya ada satu cara untuk menangkal inflasi. Cara yang paling efektif adalah dengan tidak menyimpan kekayaan anda dalam bentuk uang.

Mungkin anda akan bertanya,” Terus kalau mau membeli sesuatu dangan apa dong? Dengan daun?”.  Tentu tidak. Perkenankan saya bercerita tentang hubungan antara uang dan “uang”. Antara Money dan Currensi.

MONEY VS CURRENSI

Uang (money)adalah alat tukar menukar dalam perdagangan sekaligus sebagai wahana untuk menyimpan kekayaan anda. Jika kekayaan yang anda simpan anda berkurang karena inflasi, berarti “uang”  anda tidak bisa dibilang sebagai uang (money), tetapi disebut currensi.  Disebut Currensi karena nilainya yang selalu bergerak. Dan kecenderungan dari currensi adalah bergerak nilainya menjadi berkurang dari tahun ke tahun.

Di tahun 1977  harga semangkuk bakso adalah 25 rupiah, dan harga sebuah kerupuk  5 rupiah. Sekarang harga semangkuk bakso 10.000 rupiah dan harga sepotong kerupuk 2000 rupiah.  Pada waktu itu, jika anda memiliki uang 5000 rupiah anda bisa mentraktir bakso 1 kompi tentara yang berjumlah 200 orang.  Tetapi sekarang, uang itu bahkan tidak bisa digunakan untuk membeli semangkok bakso untuk diri anda sendiri.

Artinya nilai uang anda selama kurun waktu 40 tahun telah mengalami pengurangan nilai menjadi hanya 1/400 atau tinggal 0,25% dari nilai semula.  Itulah sebabnya orang yang tidak memahami ilmu inflasi akan kehilangan banyak nilai uangnya tanpa dia menyadarinya.

Itulah mengapa uang kertas yang selama ini kita pegang , disebut curransi. Currensi tidak bisa digunakan untuk menyimpan kekayaan, karena pasti akan bocor melalui inflasi.

EMAS ADALAH PENYIMPAN KEKAYAAN YANG NYATA

Penyimpan kekayaan yang paling stabil adalah emas. Emas adalah uang yang sebenarnya. Sebagai ilustrasi, harga seekor kambing di jaman Rosulullah adalah 1 dinar.  Dan harga kambing sekarang adalah sekitar 2 juta atau setara dengan 1 dinar emas.  Rtinya nila dinar emas stabil dari masa ke masa.

Bandingkan dengan Uang bakso anda 40 tahun yang lalu yang mengalami pengurangan dahsyat hanya dalam waktu 40 tahun saja. Dinar emas tidak mengalami perubahan dalam kurun waktu 1400 tahun lebih.

RUMUS 72

Agar anda tersadar dari sihir inflasi, yang membuat anda tenang tenang saja, walaupun uang anda telah dicuri,  anda bisa menggunakan rumus 72. Dengan rumus 72,  anda dengan jelas akan melihat separuh  nilai uang anda lenyap hanya dalam waktu 6 tahun saja.

Rumus yang ditemuka oleh Einstein ini sering digunakan untuk menghitung investasi secara kasar. Dengan rumus 72 anda bisa mengetahui berapa tahun yang diperlukan, untuk melipatkan uang anda, menjadi 2 kali lipat, dengan interest rate (suku bunga) tertentu.

Rumus ini bisa juga kita gunakan untuk menentukan secara kasar berapa waktu yang dubutuhkan untuk membuat nilai uang anda tinggal separuh dengan mengetahui  tingkat inflasi. Dengan rumus ini anda bisa dengan mudah membayangkan berapa kerugian yang anda terima ketika menyimpan uang.

Tingkat inflasi di ndonesia rata rata sekitar 12 %.  Dari data harga krupuk dan bakso selama 40 tahun dalam ilustrasi saya,  berarti telah terjadi inflasi sebesar 15 % per tahunnya. Untuk menghitung tingkat inflasi, anda bisa mengambilnya dari rata rata inflasi pada berbagai sektor.

Nilai Inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah biasanya jauh lebih kecil dari inflasi yang nyata di lapangan, selalu di bawah 2 digit. Oleh sebab itu, untuk menjaga kekayaan anda, sebaiknya anda menghitung sendiri tingkat inflasi rata rata yang real terjadi di lapangan.

Dengan tingkat inflasi rata rata 12% per tahun maka kekayaan anda dalam bentuk uang akan berkurang menjadi separuh nilainya dalam waktu 72/12 = 6 tahun.  Artinya dalam kurun waktu 6 tahun inflasi mengakibatkan kekayaan anda telah bocor entah ke mana menjadi hanya tinggal separuhnya saja.

SOLUSI INFLASI

Itulah sebabnya, sebaiknya anda tidak menyimpan kekayaan anda dalam bentuk uang, karana akan selalu berkurang nilainya. Sebaiknya anda menimpan dalam bentuk emas, properti, barang barang berharga yang tidak mengalami penurunan nilai, atau dalam bentuk bisnis.

Simpanlah uang anda di bank dalam jumlah yang cukup untuk kehidupan sehari hari dan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga. Jadi anda tidak akan membayar kebutuhan sehari hari anda dengan daun 🙂

Semoga bermanfaat

 

Handoyoputro

Black walet Business Coach

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *